Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papau Pegunungan (Papeg) mengkaji dampak lingkungan pembangunan jembatan timbang di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo.
Kepala DLHKP Papua Pegunungan Rumbin Yulahap di Wamena, Minggu, mengatakan saat ini pihaknya sedang mengkaji rencana pembangunan jembatan timbang di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo.
“Tentu kami dilibatkan dalam proyek pembangunan ini, karena menyangkut dampak lingkungan ketika pembangunan itu dikerjakan,” katanya.
Menurut Yulahap, kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan John Tabo-Ones Pahabol sangat fokus mengenai masalah lingkungan.
“Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, sudah tugas kami untuk dapat menjalankan visi misi gubernur dan wakil gubernur supaya dalam setiap pembangunan tidak merugikan masyarakat dari aspek lingkungan,” ujarnya.
Dia menjelaskan kajian lingkungan hidup atau KLH merupakan instrumen penting dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya Papua Pegunungan yang ramah lingkungan.
“Dalam kajian itu akan dibahas banyak hal, terutama aspek dampak lingkungan yang dapat timbul ketika pembangunan dilaksanakan, apakah merusak hutan dan ekosistem atau tidak. Harapan kami pembangunan dilaksanakan dengan mengutamakan menjaga hutan sebagai warisan anak cucu masyarakat Papua,” katanya.
Dia mengharapkan pembangunan jembatan timbang nantinya tidak merusak lingkungan di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di tengah-tengah masyarakat.
“Kami mendukung pembangunan jembatan timbang ramah lingkungan yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Papua Pegunungan,” ujarnya.
Rencana pembangunan jembatan timbang di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan di atas lahan kurang lebih 800 meter persegi, di jalan utama trans Jayapura-Wamena.